- Dimulai dr pagi hari udh dibikin EMOSI gara2 threadny si KHulk (nick
asliny bukan KHulk cm gw singkat az), gw benar2 EMOSI, sampe2 rasany pgn
gw GOROK itu org, anjir, hoki bin lucky bener itu org, dpt yg benar2
bagus, jd the first man lg katany, threadny benar2 bkin gw marai emosi
benar2...
- And then lalu k Gua Kerep, balikny ktmu mobil Zionis.
- Lalu ikut komsel, ad yg cerita2 tetanggany yg katolik, lalu ad jg yg
cerita Ternyata walo kerja di bank tp ternyata tetep ad mistis gaib ny
jg, dia dikirimi blazerny keluar kelabangny sendiri, lalu setelah itu
kelabang dibunuh berubah jd pasir, benar2 ternyata walo sekota apapun
tetap mistis ghaib n peperangan alam roh itu nyata.
- And then nemenin sobat gw ngecek CCTV d pameran perumahan d CL jam 00.00 serasa masuk dunia kerja kota besar.
- N then pulangny rantai gear motor gw rusak, rantainy muntir nyelip di
gear.. Untung ad bapak2 baik dkt tukang tambal ban n dipinjemi kunci, tp
kyakny rantai gear gw udh perlu ganti... Huff.. But anyway Thx God
anyway.
Kemudahan akses dan tersedianya alat2 kontrasepsi (yang
dikutuk oleh Gereja Katolik sejak dulu sampai sekarang) maka pada masa2
jaman sekarang ini mala
Di Amerika, jamak terjadi kalau sudah melakukan dating atau kencan
beberapa bulan, maka biasanya "sudah saatnya" berhubungan seks.
Dari cerita dari seorang perwira militer (yang kini mungkin sudah
pensiun) dan menjadi Katekis di sebuah daerah suburban di mana
penghuninya adalah bekas immigran Jerman pada saat mengajar kepada para
katekumenat remajanya bahwa hubungan seks pra-nikah itu adalah Dosa
Berat, mereka kaget dan bertanya-tanya apakah memang begitu.
Timbul tanggapan seperti, "kalau kita tidak berhubungan seks saat kencan, lalu mau ngapain?"
Di akhir kelas, para katekumen wanita, yang awalnya agak diam,
mendekati suster dan bertanya secara lebih detail mengenai apa yang
diajarkan sang Katekis.
Di Indonesia kecenderungan ini belum separah di Barat, tapi jauh lebih parah dari jaman dulu.
Suatu masa tempo dulu sekali, sering di koran-koran di beritakan kasus
perkosaan atau perzinahan di mana kita bisa membaca, "pria itu merenggut
miliknya yang paling berharga," atau "di kamar itulah, berkat bujuk
rayu Slamet, Fitri menyerahkan miliknya yang paling berharga."
Bahasa seperti itu bukan saja langka bahkan hampir tiada lagi di artikel-artikel berita Indonesia pada jaman sekarang.
Kalau ada penulis artikel yang nekad menulis berita, "Susi kehilangan
miliknya yang paling berharga" bisa jadi persepsi orang adalah si Susi
ini kehilangan IPad-nya atau IPhone-nya atau Blackberry-nya. Ini karena
apa yang dulunya "berharga" sekarang sudah mulai "di-diskon".
Nah, marilah kita belajar dari tulisan di bawah ini yang menunjukkan
kondisi barat di mana yang "berharga" itu tidak hanya di-diskon
besar-besaran tapi diberikan gratis bahkan sampai maksa.
Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel ilmiah berjudul:
Economy of sex: It’s cheap these days
tulisan Cheryl Wetzstein untuk The Washington Times.
Sumber:
<
http://www.washingtontimes.com/…/economy-of-sex-its-cheap…/… >
Ilmu Ekonomi Hubungan Seksual: Hari-hari Ini Harganya Murah
Para pria berkecenderungan menguasai pasar perkawinan
Oleh Cheryl Wetzstein
The Washington Times
9:41 p.m., Selasa, 14 June 201
Kamu pikir kamu belum pernah mendengar tentang ilmu ekonomi hubungan
seksual? Dengarkan saja apa yang diserukan budaya pop [modern].
"Money can’t buy me love," seru the Beatles.
"My love don't cost a thing," yang di-ikrar-kan Jennifer Lopez.
Artis2 MTV memperoleh "uang tanpa berusaha dan cewek-cewek secara gratis," omel Dire Straits.
Bahkan Adele, di hit no.1-nya, "Rolling in the Deep," memperingatkan
bekas kekasihnya, "Go ahead and sell me out, and I’ll lay your ship
bare."--""jika kamu mengkhianatiku/menjual diriku, dan aku akan
membongkar rahasiamu/menyingkirkanmu""
Bukti-bukti akan
keberadaan ilmu ekonomi seksual — campuran antara teorinya Adam Smith
dan perkatan Dr. Ruth yang berusaha menjelaskan bagaimana cara kerja
"pasar seksualitas" — ada di mana-mana, kata sosiolog Universitas Texas
professor Mark Regnerus.
"Salah satu fakta yang tidak diakui mengenai seks adalah ilmu ekonomi yang mendasari seksualitas itu sendiri," katanya.
"Kalau dilihat-lihat, cara kerja [ilmu ekonomi seksual tersebut] memang mengagumkan. Dan sifatnya sangat mendasar pula:
Kita mencantumkan harga untuk hubungan seksual.
Mungkin kamu berpikir kita tidak seharusnya melakukan itu [yaitu
mencantumkan harga untuk MELAKUKAN suatu hubungan seksual] tapi
SEBENARNYA kita memang melakukannya. Hubungan seksual, pada tingkat
tertentu, adalah sebuah pertukaran...
Tiap-tiap orang memberikan
orang lain sesuatu dari diri mereka. Tapi biasanya [JENIS yang diberikan
sebagai bentuk pertukaran] adalah sesuatu yang berbeda."
Tn.
Regnerus dan co-author-nya Jeremy Uecker menggunakan teori ekonomi
hubungan seksual di buku mereka yang penuh data-data baru yang berjudul
"Sex Pra-Nikah di Amerika:
Bagaimana Muda-Mudi Amerika Bertemu, Berpasangan dan Berpikir Untuk Menikah
Kesimpulan mereka adalah, bagi para muda-mudi remaja di negara Amerika,
aturan modern hubungan romantis PADA MASA KINI itu "jelas-jelas
berpihak pada para pria" dan [aturan tersebut] CENDERUNG MENGHUKUM
wanita yang ingin menikah — terutamanya para wanita yang ingin menunda
hubungan seksual sampai nanti di perkawinannya.
Harga hubungan seks hari ini "sangat rendah," kata Tuan Regnerus
Jadi seperti apa nilai "kurs" jaman kuno bagi hubungan seks dan bagaimana [nilai itu] sekarang menjadi berubah?
Para periset telah lama menyadari bahwa sistem berpasangan pria-wanita
berkisar mengenai masalah pertukaran. Sejarahwan Evergreen State College
Stephanie Coontz menulis di bukunya pada tahun 2005, "Perkawinan,
sebuah Sejarah" bahwa, bahkan
--------------> di jaman kuno,
para pria dan wanita terikat satu sama lain karena yang satu bisa
memasak, menjahit, mengurus rumah dan melahirkan anak, sementara yang
satunya bisa memburu mangsa dan melindungi si wanita dan anak
<----------- p=""> [Menurut Coontz] kurs nilai tukar biasanya berhubungan dengan uang atau barang, dalam bentuk mahar atau harga mempelai.
Sosiolog Linda Waite dan syndicated columnist Maggie Gallagher melihat
pada unsur lain dari ilmu ekonomi hubungan seksual dalam buku mereka
[yang terbit pada] tahun 2000, "[Alasan] bagi Pernikahan: Mengapa
Orang-Orang yang Menikah Lebih Bahagia, Lebih Sehat dan Lebih Baik
Secara Finansial."
Nona Waite dan Nona. Gallagher menuliskan
bahwa orang-orang yang telah menikah, kalau dibandingkan dengan orang
dewasa lain dalam siatuasi yang sama, menikmati pendapatan rumah tangga
yang paling tinggi, pendapatan untuk pria yang paling tinggi dan nilai
bersih pensiun yang paling tinggi
[Lanjut mereka], yang termasuk
dalam alasan-alasan bagi kemakmuran ini adalah sebuah "premi upah" yang
nyata tapi tidak tertulis yang sering didapatkan dari para suami dan
juga kemampuan mengagumkan para istri untuk menghemat dengan mencari dan
membeli barang2 kebutuhan dengan haraga obralan/diskon.
---------------------------------
Di suatu forum baru-baru ini di Heritage Foundation Tn. Regnerus
menyampaikan bahwa Pil KB menulis balik aturan-aturan mengenai hubungan
seks dan berpasangan. Sebelum adanya Pil KB, pasar seks punya kaitan
yang kuat dengan "pasar perkawinan."
---------------------------------
Tn. Regnerus mengungkapkan bahwa seorang pria yang mencari hubungan
seks dengan seorang wanita tertentu harus memberi si wanita nilai yang
sangat tinggi untuk penukarnya — yaitu pernikahan atau paling tidak
sebuah lamaran. Menurutnya, sambil mengutip karya tulis berpengaruh dari
sosiolog Florida State University Roy Baumeister dan psikolog Konsumen
Kathleen Vohs, ini karena SEKSUALITAS WANITA ITU MEMILIKI NILAI YANG
TINGGI bagi para pria.
Namun, pil KB memutuskan hubungan antara
pasar seks dan pasar pernikahan. Sekarang baik pria atau wanita biasanya
pertama-tama memasuki pasar seks TERLEBIH DAHULU [!!!].
Pasar
seks pada umumnya mempunyai lebih banyak pria daripada wanita, dan di
sini hukum penawaran dan permintaan berlaku. Jenis kelamin yang lebih
langka [yaitu kaum perempuan] mempunyai kekuatan yang lebih besar. Ini
menurut Tn. Regnerus.
Tn. Regnerus melanjutkan, katakanlah
seorang pria muda ingin mengenal "secara lebih" [maksudnya, hubungan
seks] terhadap sang pacar [yang dikencani] selama dua bulan. Bila si
pacar berkata tidak, "maka ini mengindikasikan bagi si pria bahwa 'harga
si dia ebih tinggi dari yang kamu pikir' Dan [si pria] harus mencari
tahu seberapa tinggi harganya:
"Apakah si cewek perlu waktu lebih lama, lebih MEMENTINGKAN komitmen?"
[Namun FAKTANYA] tidak semua pasar seks dipenuhi oleh pria, kata Tn.
Regnerus. Kampus-kampus dan daerah-daerah perkotaan sering didominasi
para wanita, dan ini artinya para pria dapat memutuskan dan akan
memutuskan seberapa besar atau — seberapa kecil — yang mereka ingin
mereka pertukarkan untuk mendapatkan sebuah hubungan seks.
Aturan
perilaku pria dipengaruhi oleh keinginan mereka untuk sering
berhubungan seks dengan banyak pasangan dalam suatu lingkungan yang
sangat mengijinkan tindakan seksual. [Dan ini] tanpa adanya suatu
komitmen [dari diri mereka], menurut Tn. Regnerus.
Pastinya,
kebanyakan wanita muda "tidak keberatan dengan ilmu ekonomi hubungan
seksual yang baru ini. Banyak dari mereka yang ingin menghabiskan lebih
banyak waktu di pasar seks sebelum berpindah ke pasar pernikahan." kata
Tn. Regnerus.
Namun MASALAHNYA, lanjutnya, adalah bahwa wanita bisa jadi "MEREMEHKAN RESIKO JANGKA PANJANG dari perilaku pasar seks."
Meskipun cukup banyak wanita yang mencoba-coba di pasar seks dan
kemudian menikah dengan pasangan hidup dengan sukses, namun, ungkap Tn.
Regnerus, KEBANYAKAN PEREMPUAN ternyata "tidak mendapati pernikahan
mereka terjadi menurut jangka waktu yang mereka lebih suka dan seperti
yang mereka harapkan."
Menurut Tn. Regnerus, ini karena,
sebagaimana didapati oleh ahli ekonomi Timorhy Reickert, KEKUASAAN
BERPINDAH DARI diri sang wanita ketika mereka menginjak usia 30-an.
Dengan kata lain, para wanita mempunyai kekuasaan ketika mereka
merupakan kelompok minoritas di pasar seks, namun mereka kehilangan
kekuasaan mereka saat mereka berpindah ke pasar pernikahan di mana
jumlah wanita melebihi pria.
"Salah satu alasan aku melakukan
riset ini adalah untuk membantu orang-orang yang ingin menikah untuk
TETAP mewujudkannya," kata Tn. Regnerus.
Ilmu ekonomi hubungan
seks modern ini secara khusus memberi kerugian bagi para wanita yang
ingin tetap perawan sampai hari perkawinannya, lanjut Tn. Regnerus. Para
wanita ini [yakni bagi mereka yang ingin tetap perawan sampai hari
pernikahan] tidak pernah memasuki pasar seks, namun "bertahan untuk
mendapatkan harga paling tinggi bagi sebuah hubungan seks, yaitu
pernikahan."
Pada jaman ini, tindakan tersebut merupakan STRATEGI
BERESIKO TINGGI, Tn. Regnerus menjelaskan. Dengan menggunakan analogi
pasar jual-beli rumah:
"kamu tidak bisa begitu saja memutuskan
bahwa rumahmu bernilai $500,000 kalau orang-orang lain bisa mendapat
[rumah dengan hanya] $200,000. ... kamu bisa saja mencoba memasang harga
senilau itu, tapi kecil kemungkinan kamu akan mendapatkannya."
Apa yang bisa dilakukan para wanita bila mereka tidak menyukai ekonomi hubungan seksual saat ini?
Prinsip fundamental ekonomi hubungan seksual adalah "aktivitas seksual
oleh para wanita punya nilai, sementara aktivitas seksual pria tidak
[punya nilai]," sebagaimana ditulis Tn. Baumeister dan Nn. Vohs di karya
tulis mereka tahun 2004.
*INI PENTING:
--------->
Karenanya, para wanita mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi norma-norma
seksual kalau mereka mau menggunakannya, kata Tn. Regnerus.
<---------- p=""> "Ketika para wanita saling berkolusi untuk
membatasi akses seksual para pria [kepada mereka], semua wanita
cenderung diuntungkan," katanya. Tn Regnerus lebih lanjut mengingatkan
bahwa "kalau para wanita lebih berkuasa mengenai bagaimana seharusnya
hubungan romantik mereka [berlanjut] ... [maka] kita akan melihat LEBIH
BANYAK UPAYA DAN USAHA yang dilakukan oleh lebih banyak pria dalam suatu
hubungan:
Rayuan yang lebih berkesan, lebih sedikit kencan yang
diakhiri hubungan seks, lebih sedikit partner seksual... waktu
kumpul-kebo yang lebih singkat, lebih banyak pernikahan ... dan lebih
banyak pernikahan pada usia yang lebih muda. Dengan kata lain, harga
untuk hubungan seks akan naik. Hubungan seks akan berharga lebih bagi
para pria."
Namun, katanya, "hal-hal tersebut tidak terjadi saat ini. Tidak satupun. [Pada masa kini] harga hubungan seks sangat rendah."
© Copyright 2011 The Washington Times, LLC.
Fratres,
Dengan tidak me-murah-kan diri mereka sendiri maka para perempuan sudah saling menjaga diri mereka masing-masing.
Karena dengan tidak berlaku murah maka pria, yang memang punya dorongan
nafsu seksual lebih besar, akan lebih "menghargai" wanita dengan
membayar kepada mereka dengan sebuah perkawinan yang sangat diperlukan
bagi kestabilan sang perempuan itu sendiri dan anak2nya.
Yang terberkati +Fulton J. Sheen, mendiang Uskup Agung New York suatu kali pernah menulis:
“When a man loves a woman, he has to become worthy of her. The higher
her virtue, the more noble her character, the more devoted she is to
truth, justice, goodness, the more a man has to aspire to be worthy of
her.
The history of civilization could actually be written in terms of the level of its women.”
Terjemahan bebasnya kira2 mau berkata, bahwa:
"Ketika seorang pria mencintai seorang wanita, ia harus berusaha keras
terlebih dahulu melayakkan dirinya kepada perempuan tersebut.
Para
perempuan yang dengan semakin memiliki nilai2 keutamaan-nya yang lebih
tinggi, memiliki karakternya yang lebih mulia, menyerahkan dirinya pada
kebenaran, keadilan, kebaikan, maka akan menjadi semakin keras upaya dan
motivasi kaum pria melayakkan dirinya kepada perempuan itu.
Sejarah
peradaban di dunia ini sebenarnya dapat ditulis dari seberapa dalam
tingkat PENCAPAIAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN dari para kaum perempuannya. "
+++
Nosce te ipsum!
Kenalilah dirimu sendiri.
*Credit to DeusVult, Evangelos
Namun gw jawab:
Karena ulah sgelintir orang dari suatu kaum, maka seluruh kaum mendapat
tingkat kesulitan yang dipertinggi, padahal dalam suatu kaum ad yg hebat
dan lucky serta ad jg yg tidak... And somedays it dont come easy... And
somedays it dont come hard...
#Meatloaf [Hbiz bc artikel yg diposting oleh salah 1 gereja]
Pokokny gw pgn nggorok si K-----Hulk. Namun Mzm 37 mencegah sy.
Sampe akhirny gw nemu kesimpulan:
Ku hidup karna anugrah-Mu... Tiada satupun dapat kubanggakan... Yes 26:3. Tak perlu iri dg para pendekar /master /suhu sem--ot.
---------->----------->